Popular Post

Popular Posts

Recent post

          Pada suatu sore, Mahmud tengah asyik dengan gadget miliknya. Ia sedang mencari took online yang menjual helm dengan harga Rp. 200.000,- setelah lama mencari akhirnya Mahmud mendapatkan helm yang sesuai dengan keinginannya, namun dengan harga Rp. 220.000,-. Terjadilah negosiasi antara Mahmud dengan penjual melalui via telepon seperti berikut.

Mahmud  :"Halo, assalamuallaikum . . . "

Penjual    :"Wa'allaikumsalam, dengan siapa ini ?"

Mahmud  :"Saya Mahmud mas, saya hendak membeli helm anda yang ditawarkan di toko online milik mas"

Penjual    :"Oh . . . ya mas! mas hendak membeli helm seperti apa ?"

Mahmud  :"Yang INK warna biru ukuran L. mas"

Penjual    :"Oh . . . . harganya Rp. 220.000,- sudah termasuk ongkir mas"

Mahmud  :"Enggak bisa kurang kah, mas ?"

Penjual    :"Wah! ini sudah harga yang paling murah, mas"

Mahmud  :"Saya cuma ada Rp. 200.000,- . Gimana ? "

Penjual    :"Mas, orang mana sih ?"

Mahmud  :"Saya Sidoarjo, mas"

Penjual    :"Hmm... . . .  Begini saja. Bagaimana kalau kita cod saja. nanti ongkos kirimnya dihilangkan, jadi harganya Rp. 200.000,- gimana mas ?"

Mahmud  :"Ya sudah, saya setuju, cod dimana mas ?"

Penjual    :"Di gor Sidoarjo, saya tunggu setelah ini"

Mahmud  :"Oke lah, makasih mas "

Penjual    :"Sama-sama"

Mahmud  :"Assalamuallaikum"

Penjual    :"Wa'allaikumsalam"

          Akhirnya, dengan proses negosiasi tersebut, Mahmud berhasil mendapatkan helm keinginannya dengan harga Rp. 200.000,- Dengan syarat bertemu langsung dengan sang penjual helm.


by : Arifin & Fitra


JUAL BELI ONLINE

PEMBELIAN AYAM

          Hari minggu pagi, Somad dan Yudi jalan-jalan ke pasar bersama.  Mereka ingin membeli ayam untuk dipelihara di ICM, mereka hanya membawa uang Rp. 50.000,- masing-masing.

Somad   :"Hey, Yud... gimana, sudah ketemu belum ayam yang ingin kau beli ?"

Yudi      :"Belum... Mad, ni masih mencari. . . bingung aku mad, ayam di sini bagus-bagus"

Somad   :"Lama sekali Yud...aku sudah nemu nih . . . tapi harganya Rp. 75.000,- kira-kira boleh ditawar nggak ?"

Yudi      :"Ya nggak boleh Mad, ini pasar ayam sudah terkenal dikalangan para pecinta ayam, mana mungkin bias ditawar"

Somad   :"Trus! gimana dong ?"

Yudi      :" Gimana kalau kita patungan aja untuk membeli ayam itu, trus kita pelihara bersama-sama"

Somad   :"Yaudah deh, nanti kita rawat bersama-sama"

         Akhirnya mereka berdua sepakat untuk patungan beli satu ayam dan dirawat bersama-sama.


by : Somad & Subhan

PERDAGANGAN

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEKS ANEKDOT
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Teks Anekdot


Di sebuah sekolah yang besar (katanya), diadakan sebuah diskusi tentang permasalahan sekolah yang tengah terjadi akhir-akhir ini. Sang guru mengajak beberapa siswa untuk ikut serta dalam diskusi tersebut.
Diskusi pun dimulai, sang guru memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada tiga orang siswa. “Mengapa masalah menggosop ini tidak bisa berakhir, bagaimana menurut pendapat anda?". Siswa Pertama pun menjawab. "Mungkin ini karena keterbatasan ekonomi mereka pak!". Ucapnya
"Hmm ... begitu ya, bagaimana menurut kamu?". Ucap pak guru pada siswa di sebelahnya. "Kalau menurut saya, itu sydah menjadi karakter pak!". Jawab siswa kedua. Pak guru hanya menganggukkan kepala dan melanjutkan pertanyaannya kepada siswa terakhir. "Bagaimana menurutmu?". Tanya pak guru. dengan nada pelan siswa itu menjawab. "seharusnya saya yang tanya bapak! mengapa itu bisa terjadi". Pak guru pun terkejut, lalu berkata. "Loh ...! kenapa kamu balik bertanya?". Siswa itupun kembali menjawab. "Iya pak! soalnya tadi bapak kesini (ruang rapat) yang bapak pakai sandal saya". Cetusnya. Sang guru pun terdiam menahan malunya, sementara dua siswa yang lain berusaha menahan malunya,sementara dua siswa yang lain berusaha menahan tawanya dengan senyuman manis.
Setelah itu, Pak guru pun memulai kembali diskusidengan mengalihkan pertanyaan yang berbeda. Diskusi pun kembali tenang seperti semula hingga berakhir.

Siswa yang Lugu

    
    Pada suatu hari, ada dua orang teman yang berbeda kewarganegaraan. Kemudian, mereka berdua saling bercerita keadaan di negara masing-masing terutama mengenai keadaan jalan raya di negara mereka berdua.

   teman pertama mulai bercerta. "keadaan jalan di negara saya sudah cukup bagus! untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebut-kebutan di jalan raya, pemerintah memasang stiker jalan berlubang supaya pengendara lebih berhati-hati". kata teman pertama. "kalau di negara saya lebih canggih lagi, tidak perlu menggunakan stiker seperti di negaramu, pemerintah negara saya bahkan sudaj menggunakan gambar 3D untuk mengatasi kebut-kebutan di jalan raya". ucap teman kedua.

    teman pertama tercengang, mendengar jawaban dari teman kedua, dan didalam hatinya bertanya-tanya. "apa benar ya...di negara temanku ini menggunakan gambar 3D untuk mengatasi hal sepeleh seperti itu?". tanyanya dalam hati.

Jalan Raya

Dalam sebuah sesi istrahat, seorang anggota DPR terlihat sedang duduk bersantai dengan temannya sesama anggota DPR. Untuk mengisi waktu, seorang anggota DPR pun membuka memulai percakapan.

Anggota DPR 1: "Saya punya burung beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung beo tadi bisa menirukannya dengan sangat baik,  satu bahasa Inggris dan lainnya bahasa Belanda. Jadi kalau kaki kanannya ditarik, burung beo  akan bicara bahasa Inggris dan kalau kaki kirinya yang ditarik burung beo akan bicara bahasa Belanda, hebatkan!"
Anggota DPR 2: "Wah, hebat banget!"
"Bagaimana jika kedua kakinya ditarik?" Tanya anggota DPR 1
"Wah pasti burung beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!" Jawab anggota DPR 2
"Salah"
"Oh mungkin dua bahasa tadi saling bercampur aduk!"
"Salah"
"Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Belanda"
"Salah"
"Loh, jadi gimana dong?"
"Yang jelas kalau dua kakinya ditarik burung beonya pasti jatuh dari sarangnya, dasar bego!"
"Eh jangan ngeledek yah, gini gini gua juga anggota DPR sama seperti kamu, masa lu bilang bego!"
"DPR bego, DPR bego, DPR bego!" Suara burung beo terdengar berulang-ulang.
           Di sebuah toko swalayan banyak orang yang sedang membeli barang-barang untuk kebutuhan sehari-harinya. Ketika semua orang sibuk memilih barang yang hendak mereka beli, terdengar suara orang yang sedang marah-marah di ujung toko. Sontak, semua orang berlarian menuju sumber suara.
            "Mas tahu, barang-barang disini itu untuk dijual, bukan untuk gratisan!". Ucap petugas swalayan kepada seorang pembeli yang membawa parfum.
            "Mbak, saya tidak mengambil gratisan kok, saya hanya mengambil hak saya yang masih ada di toko ini". Ucap pembeli tersebut." Kemarin waktu saya belanja disini, uang kembalian saya saya donasikan ke toko ini. Nah sekarang saya lagi kehabisan parfum dirumah dan saya tidak lagi tidak punya uang untuk membeli yang baru. Jadi saya hanya meminta donasi beberpa semprot parfum dari toko ini". Perkatan pembeli tersebut mengundang tawa para pembeli dan penjaga toko pun beranjak dari tempat dengan wajah sangat kesal. Para pembeli pun kembali melakukan aktivitasnya semula.

UANG DONASI

- Copyright © INFO MAHIR - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -